Perbedaan Pengaruh Pemberian Deksketoprofen 50mg IV dan Ketorolak 30mg IV

Perdarahan perioperatif merupakan masalah serius yang sering dihadapi dalam setiap operasi. Penggunaan OAINS sebagai analgesia pasca bedah dikatakan mempunyai pengaruh dalam menghambat agregasi trombosit. Dengan titik tangkap yang sama yaitu menghambat siklooksigenase akan diamati perbedaan pengaruh pemberian Deksketoprofen dan Ketorolak sebagai analgesia pasca bedah terhadap Agregasi Trombosit.

PENULIS
M.Sofyan Harahap, Ratri Sulistyowati
Bagian Anestesi FK Undip /SMF Anestesiologi RSDK Semarang

LATAR BELAKANG PENELITIAN
Perdarahan perioperatif merupakan masalah serius yang sering dihadapi dalam setiap operasi. Penggunaan OAINS sebagai analgesia pasca bedah dikatakan mempunyai pengaruh dalam menghambat agregasi trombosit. Dengan titik tangkap yang sama yaitu menghambat siklooksigenase akan diamati perbedaan pengaruh pemberian Deksketoprofen dan Ketorolak sebagai analgesia pasca bedah terhadap Agregasi Trombosit.

TUJUAN
Untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian Deksketoprofen dan Ketorolak sebagai analgesia pasca bedah terhadap Agregasi Trombosit

METODE
Merupakan penelitian eksperimental dengan desain quota sampling pada 48 pasien yang menjalani anestesi umum. Penderita dibagi menjadi 2 kelompok (n:24), kelompok I menggunakan Deksketoprofen sebagai obat analgesia perioperasi dan kelompok II menggunakan Ketorolak sebagai obat analgesi peri operasi, yang diberi sejak awal induksi sampai dengan 2 hari pasca bedah. Masing – masing kelompok akan diambil spesimen sebelum perlakuan (sebelum operasi) dan sesudah perlakuan (45 menit setelah perlakuan, 2 hari pasca bedah ). Semua spesimen dibawa ke Laboratorium Patologi Klinik untuk dilakukan pemeriksaan Tes Agregasi Trombosit. Uji statistik menggunakan pair t-test dan independent t-test (dengan derajat kemaknaan < 0,05)

HASIL
Karakteristik data penderita maupun data variabel yang akan dibandingkan terdistribusi normal.(p>0,05). Pada penelitian ini didapatkan perbedaan persen agregasi maksimal trombosit yang bermakna sesudah 45 menit (p = 0,000), dan sesudah 2 hari pemberian ketorolak Pada kelompok deksketoprofen tidak didapatkan perbedaan bermakna sesudah 2 hari pemberian deksketoprofen (p = 0,188). Terdapat perbedaan bermakna persen agregasi trombosit antara kelompok ketorolak dan kelompok deksketoprofen 45 menit dan 2 hari sesudah perlakuan (p=0,001) dan (p=0,000). Terdapat perbedaan bermakna pada penilaian VAS dan perpanjangan waktu perdarahan antara 2 kelompok selama 2 hari pemberian (p=0,001) dan (p=0,005)

KESIMPULAN
Ketorolak secara bermakna menurunkan persen agregasi maksimal trombosit dan menyebabkan penurunan persen agregasi trombosit lebih banyak daripada deksketoprofen setelah pemberian 45 menit dan 2 hari pasca bedah. Deksketoprofen lebih baik dalam mengatasi nyeri dan tidak memperpanjang waktu perdarahan setelah 2 hari pasca bedah.

DAFTAR PUSTAKA
1.    Meliala L, Pinzon R. Breakthrough in Management Acute Pain. Bagian Ilmu Penyakit Saraf RS Bethesda
       Yogyakarta 2008
2.    Effective post operative analgesia.
3.    Ding Y, Fredman B, White PF. Use of ketorolac and fentanyl during outpatient gynaecologic surgery. Anesth
       Analg 1998 ; 77: 205-10
4.    Wong HY. Non opioid analgesic : use in the perioperative periode. In Collins VJ. Physiologic and pharmacologic
       bases of anesthesia. Pennsylvania:Willam and Willkins;1996,599-610
5.    Katzung BG. Farmakologi Dasar dam Klinik. Jakarta : Salemba Medika; 2001 : 451-54.
6.    Barash PG, Cullen BF, Stoelting RK. Handbook of clinical anesthesia. 5th ed. Philadhelphia: Lippincot Williams
       & Wilkins; 2005 :19.
7.    Ischia S. Deksketoprofen Trometamol. Product Monograph, Italy : Momento Medico;2001
8.    Barbanoj M, Antoniojoan RM, Gich I. Clinical pharmacokinetics of deksketoprofen. Clin Pharmacokinetic.2001;
       40(40):245-62.
9.    Mauleon D, Artigas R. Preclinical and clinical development of dexketoprofen. Drugs. 1996;52 supp 5:24-25;
       discussion 45-6.
10.  Valles J, Artigas R. Clinical pharmacokinetics of parenteral dexketoprofen trometamol in healthy subject.
        Clin Pharmacol. 2006 Jun;28 suppl A:7-12.
11.  Wong HY. Non opioid analgesic : use in the perioperative periode. In Collins VJ. Physiologic and pharmacologic
        bases of anesthesia. Pennsylvania:Willam and Willkins;1996,599-610
12.  Gibbs NM, Sear JW. Effect of ketorolac, bupivacain and low dose heparin on thromboembolastographic
        variables in vitro. Br. J.Anaesth.1995 ; 75 :27-30.
13.  Collins VJ. Opiate and narcotics drugs. In: Collins VJ (eds).Physiologic and Pharmacologic Base of Anesthesia.
       1st ed Pennsylvania: Williams & Willkins.1996.544-81
14.  Kartono D, Thaib MR. Masalah perdarahan pada pembedahan. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas
        Indonesia ; 1986 : 20 – 6
 
-Ariyanti Kusumadewi-
 

Top