Ferron Mendukung Treatment Paliatif untuk Survivor Kanker

PT Ferron Par Pharmaceutical bekerja sama dengan Persatuan Hematologi-Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN) telah menyelenggarakan  talkshow untuk para penyintas (survivors) kanker dengan tema ”Doctor-Patients Communication in Palliatiave Cancer Care" di Hotel Borobudur, Jumat 24 Agustus 2018.

Acara ini diisi oleh narasumber yang kompeten di bidangnya yaitu dr. Nadia Ayu Mulansari, Sp.PD-KHOM, FINASIM dari PERHOMPEDIN, dr. Adiyawati Ganggaiswari, M.Biomed dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI), dr Maria A Witjaksono dokter Paliatif dan satu-satunya lulusan bidang Medis Paliatif di Indonesia serta Aryanthi Baramuli seorang politikus yang juga menjadi survivor kanker dari komunitas kanker Cancer Information and Support Center (CISC), Yayasan Kanker Indonesia (YKI), dan Multiple Myeloma Indonesia (MMI).

Seiring dengan meningkatnya penderita kanker di dunia, sejumlah perawatan terus dilakukan. Paliatif merupakan jenis perawatan yang belum banyak dikenal masyarakat. Paliatif berasal dari kata palliate yang berarti mengurangi keparahan tanpa menghilangkan penyebab. Atau dengan kata lain, suatu cara untuk meringankan atau mengurangi penderitaan.

Ketua Umum YKI Prof Dr dr Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP menjelaskan, perawatan paliatif sekarang sudah menjadi bagian integral dari pendekatan terapetik terhadap pasien tidak menular seperti kanker. Perawatan paliatif membantu seorang penderita kanker untuk hidup lebih nyaman.

”Ini adalah kebutuhan manusiawi dan hak asasi bagi penderita penyakit yang sulit disembuhkan atau sudah berada pada stadium lanjut, sehingga diharapkan bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik.” tutur dr. Aru.

Beliau juga menjelaskan, pengenalan perawatan paliatif bagi pasien kanker penting untuk dikenalkan kepada tenaga kesehatan dan petugas rawat pasien. Termasuk juga keluarga pasien.

''Perawatan paliatif dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Bagi keluarga yang berhadapan langsung dengan penyakit tersebut juga baik. Karena bisa menyemangati secara fisik, psikososial, ataupun spiritual,'' paparnya.

Pada tahap yang lebih mengkhawatirkan, dr. Adityawati berkata bahwa bentuk lain dari perawatan paliatif yang disebut Hospice (Hospis) dapat menjadi pilihan yang baik. “Program Hospice adalah suatu pelayanan paliatif dan suportif yang terkoordinasi, yang disiapkan di rumah maupun di dalam rumah sakit; memberikan pelayanan fisik, psikologis, sosial dan spiritual untuk pasien yang dying dan keluarganya,” jelas Adityawati.

Tujuan dari program ini sudah tidak pada bagaimana menyembuhkan penyakit, namun terhadap perawatan untuk mengontrol rasa sakit, gejala lainnya, dan memberikan pengaruh positif pada sisi psikologis pasien. Dalam hal ini, keluarga pasien dan kerabat merupakan kunci penting dalam keberhasilan metode ini. Metode ini akan membentuk suasana seperti berada di dalam rumah atau membuat lingkungan yang disenangi pasien. Namun jika diperlukan, pasien juga dapat melakukan perawatan di rumah demi memaksimalkan pengurangan rasa depresi pada pasien.

Program hospis adalah perawatan melibatkan peran keluarga. Untuk dapat melakukan program ini, keluarga pasien akan diberikan pelatihan terlebih dahulu untuk penanganan pasien. Dokter Paliatif dr Maria A Witjaksono mengatakan, perawatan paliatif menjadi penting karena pada dasarnya tidak ada seorang pasien diizinkan untuk menderita.

”Kami berkomunikasi dan menata laksana gejala. Tata laksana gejala menjadi sangat penting, misalnya nyeri, bagaimana perawatan paliatif bertugas mengurangi nyeri ini selama pasien menunggu terapi kankernya. Perawatan paliatif pun tidak terbatas hanya untuk pasien yang sudah di stadium lanjut. Banyak yang suka takut ketika mendengar perawatan paliatif karena konotasinya sudah tidak bisa sembuh, kematian sudah di ambang pintu,'' paparnya panjang lebar.

Semua tim dan perawatan khusus yang dikerahkan hospice care bagi para penyintas kanker diharapkan dapat meringankan penderitaan. Corporate Communications Ferron Par Pharmaceutical

Date Release: 
Wednesday, August 29, 2018 - 10:00
Top