PENYAKIT GINJAL: Waspadai Dehidrasi di Ruang Berpenyejuk Udara

Dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh bisa terjadi tanpa disadari akibat terlalu lama berada di ruangan berpenyejuk udara. Jika tak segera diatasi, kondisi itu meningkatkan risiko penyakit ginjal. Karena Itu, konsumsi air minum harus sesuai kebutuhan setiap hari.

“Penelitian Kelompok Kerja Hidrasi Indonesia (IHWG) menunjukkan, 30 persen masyarakat Indonesia mengalami dehidrasi ringan. Itu karena terlalu lama berada di ruang berpenyejuk udara dan meminum cairan selain air putih,” kata Ketua IHWG Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Budi Wiweko dalam diskusi bertema “Penyakit Ginjal dan Obesitas” di Jakarta, Kamis (2/3).

Ia menjelaskan, di ruangan bersuhu dingin, rasa haus tak terasa. Namun, tubuh memberi sinyal kekurangan cairan melalui kulit dan bibir kering. Pemenuhan cairan itu hanya bisa dilakukan dengan minum air putih, bukan teh, kopi, apalagi minuman yang mengandung gula.

“Air beroksigen, beralkali, ataupun mengandung berbagai zat kesehatan seperti yang sering ditampilkan dalam iklan belum terbukti khasiatnya secara klinis,” kata Budi yang juga Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat FKUI.

Porsi air putih yang dibutuhkan adalah delapan gelas sehari untuk orang dewasa atau enam gelas sehari bagi orang lanjut usia dan anak-anak. Jika melakukan kegiatan yang mengeluarkan keringat, seperti berolahraga atau bekerja secara fisik, konsumsi air bisa ditambah 2-3 gelas.

“Kebanyakan minum air juga tidak bagus bagi tubuh. Kalau ginjal bekerja dengan baik, cairan akan dikeluarkan melalui urine. Namun, kalau ginjal bermasalah, air yang berlebih malah berbahaya bagi tubuh karena tidak bisa diolah,” ucapnya.

Hindari obesitas
Dekan FKUI Ratna Sitompul mengingatkan pentingnya menjaga kualitas gizi. Terlalu banyak memakan gula, lemak, dan karbohidrat meningkatkan risiko obesitas yang mengakibatkan gangguan ginjal.

Risiko mengalami obesitas akan bertambah jika seseorang jarang beraktivitas fisik atau berolahraga. “Satu-satunya cara selain meminum air putih sesuai dengan porsi usia adalah rajin bergerak untuk membakar kalori,” kata Ratna.

Riset Kesehatan Nasional 2016 menunjukkan, 20,7 persen orang Indonesia mengalami obesitas. Angka itu naik dibandingkan dengan tahun 2013 yang sebesar 15,4 persen.

Sumber: KOMPAS, Jumat, 3 Maret 2017 | Hal. 13

Date Release: 
Tuesday, March 14, 2017 - 10:15
Top